Kegiatan

Mekanisme Uji Beban atau Load Test di Pelabuhan

Setiap bangunan harus melewati tahap uji coba terlebih dahulu sebelum dinyatakan siap untuk beroperasi. Dalam dunia konstruksi, uji coba yang dilakukan disebut load test atau uji beban untuk menguji tingkat ketahanan dan kekuatan struktur bangunan terhadap beban yang diterimanya.

Dalam pengujian ini ada 2 metode yang digunakan yaitu uji beban statis (Static Load Test) dan uji beban dinamis (Dynamic Load test). Pada uji beban statis menggunakan beban yang sifatnya tetap atau tidak berubah pergerakannya, arahnya, dan intensitasnya. Sedangkan uji beban dinamis menggunakan beban yang bergerak, arah dan intensitasnya selalu berubah sewaktu-waktu.

Salah satu jenis bangunan yang harus melewati tahap load test adalah dermaga pelabuhan. Banyak kendaraan besar yang melintasi tempat ini seperti truck fuso, truck container, dan lainnya. Maka dari itu, harus dilakukan uji beban atau load test supaya nantinya dermaga bisa bertahan lama.

Tidak jauh berbeda dengan uji beban yang dilakukan pada jembatan, load test pelabuhan juga menggunakan beban truck berisi muatan dengan berat yang sudah ditentukan sebelumnya. Sebelum uji beban dilakukan, semua sensor yang akan digunakan untuk menganalisa struktur dermaga dipasang terlebih dahulu.

  • Pengujian Statis

Pengujian statis pada jembatan dermaga dimulai dengan memasang load cell pada setiap titik tertentu kemudian diberi beban dengan memakirkan beberapa truk besar diatas dermaga, sehingga akan terjadi regangan dan lendutan yang terjadi pada jembatan, fungsi load cell itu sendiri akan membaca pada regangan yang terjadi dan data yang diterima akan ditampilkan melalui laptop. Dari hasil pengujian statis ini kita bisa melihat berapa gaya yang terjadi, moment intesitas pada jembatan dermaga.

  • Pengujian Dinamis

Pengujian Dinamis pada dermaga, dermaga akan diberi beban dengan cara hantaman atau pukulan. Cara memberi beban tersebut menggunakan truk yang akan saling melewati sebuah balok dengan tinggi sekitar 30 cm dan truk akan berjalan perlahan ke balok tersebut dan setelah diujung balok ban truk akan diturunkan secara menghentak pada jembatan.

Hentakan atau pukulan yang dihasilkan oleh truk akan dibaca dengan sensor Load Cell dan akan ditampilkan dilaptop, proses pengujian ini akan dilakukan berulang untuk melihat moment inersia dan gaya yang terjadi pada dermaga. Dari hasil pengujian tersebut akan dilakukan perhitungan untuk memastikan dermaga layak digunakan atau tidak

Pengujian ini sangat penting mengingat penyebrangan yang dilakukan oleh kapal feri tidak selalu bisa mengangkut semua truk untuk menyebrang, truk yang belum mendapat giliran penyebrangan akan tertahan pada jembatan dermaga. Beban truk dan beban muatan akan mempengaruhi daya dukung pada jembatan. Maka dari itu akan dilakukan pengujian untuk melihat ketahanan yang terjadi pada jembatan untuk mengantisipasi robohnya jembatan dermaga karna beban yang semakin bertambah.

Dengan melakukan pengujian pada jembatan dermaga diharapkan tidak ada kecelakaan yang terjadi pada saat truck sedang mengantri untuk masuk ke kapal penyebarangan, sehingga proses penyebrangan akan berjalan dengan lancar.

PT Pasifik Jaya Maritim sebagai perusahaan yang sudah berpengalaman selama beberapa dekade di bidang pelayaran, khususnya tugboat dan tongkang juga melakukan load test pelabuhan yang didukung oleh tenaga ahli dan berpengalaman. Jika anda berminat dengan jasa kami, silakan hubungi nomor telpon yang tertera di website ini atau bicara langsung dengan staf kami melalui fitur chating online yang tersedia di pojok bawah website ini.

Hits: 59

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twenty − nineteen =

Back to top button